Kemenag-Buka-Proses-Seleksi-Perguruan-Tinggi-Timur-Tengah-Tahun-2021,-Siapa-Yang-Mau

Kemenag Buka Proses Seleksi Perguruan Tinggi Timur Tengah Tahun 2021, Siapa Yang Mau?

Kementerian Agama (Kemenag) membuka kembali seleksi calon mahasiswa di Timur Tengah. Pendaftaran untuk seleksi tahun ini akan dibuka pada pertengahan atau akhir April.

Seleksi profesional calon mahasiswa di Timur Tengah tahun 2021 dibahas dalam rapat koordinasi (rapat koordinasi) dengan pusat bahasa Sekolah Agama Islam Negeri (PTKIN). Rapat koordinasi akan berlangsung di Jakarta selama dua hari, 6-7. April 2021.

Kemenag-Buka-Proses-Seleksi-Perguruan-Tinggi-Timur-Tengah-Tahun-2021,-Siapa-Yang-Mau

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh delegasi dari Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam

, Direktorat Timur Tengah dan Afrika Kemlu, OIAA, Lembaga Penasihat Pendidikan Timur Tengah dan Pusat Bahasa PTKIN.

Dua negara yang akan mengikuti seleksi pendidikan tinggi Timur Tengah pada tahun 2021 adalah Mesir dan Maroko. Pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi http://diktis.kemenag.go.id.
Baca juga:
Apakah Anda ingin mendaftar ke sekolah resmi? Anda perlu tahu empat poin ini dari BKN

Direktur Timur Tengah dan Afrika Bagus Hendraning Kobarsyih mengatakan

, peluang kerja sama dengan negara-negara Arab terbuka lebar. Indonesia perlu membekali siswa dengan kemampuan bahasa Arab dan Inggris.

“Negara-negara Arab lainnya seperti Yaman dan Suriah juga sangat bagus untuk mempelajari Islam. Namun kondisi politik di negara-negara tersebut saat ini masih rapuh,” kata Bagus di situs Kementerian Agama, Sabtu (10 April 2021).

Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Adib Abdushomad mengatakan, pemilihan pelamar baru Timur Tengah (CAMABA) juga merupakan usulan untuk membangun jaringan dan kerjasama yang lebih luas dengan negara-negara Timur Tengah.

“Di sisi lain, PTKIN kita harus bekerja keras untuk menarik mahasiswa asing belajar di Indonesia. Ini menjadi tantangan bagi PTKIN untuk menjadikan PTKIN kita sebagai tujuan pendidikan global,” kata Adib.

Kesiapan aplikasi pendaftaran dan aplikasi tes CBT online juga dibahas pada pertemuan ini. Rapat koordinasi tersebut juga melakukan simulasi pelaksanaan tes di 15 lokasi di UIN. Secara umum, uji coba berjalan dengan baik.

Metode ini merupakan seleksi pertama yang dilakukan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN

melalui CBT. Sistem aplikasi ini dikembangkan oleh Konsosium PPB UIN.

Soal-soal ujian CBT didasarkan pada Egyptian Lughoh Standard hasil kerjasama Pusat Pengembangan Bahasa UIN dengan Ikatan Alumni Al Azhar cabang Indonesia.

Dalam laporannya, tim pengembang aplikasi CBT online menyatakan bahwa secara sistemik semuanya sudah siap. Namun simulasi uji coba tetap perlu dilakukan agar dapat berjalan dengan lancar pada saat implementasi.

Zulfakhri selaku Kabag Kerjasama menambahkan, seleksi Timur Tengah tahun ini merupakan ujian pertama bagi Pusat Pengembangan Bahasa untuk memastikan seleksi berjalan lancar.

“Untuk kelancaran seleksi, tahun ini kami melibatkan PPB, OIAA, PUSIBA dan Forum Konsultasi Pendidikan Timur Tengah untuk mensukseskan seleksi ini bersama-sama di Timur Tengah,” ujar Zulfakhri yang juga alumni Alexandria Univ, Mesir ini. .

Lihat Juga :

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp

gb whatsapp